Makalah tentang "MEDIA PEMBELAJARAN LENGKAP"




PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG


Belajar adalah suatu  proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Oleh karena itu belajar dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Apabila proses belajar itu diselenggarakan secara formal di sekolah-sekolah, tidak lain ini dimaksudkan untuk mengarahkan perubahan pada diri siswa secara terencana, baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan maupun sikap.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemnafaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Hal tersebut menuntut agar guru atau pengajar mampu menggunakan alat-alat yang disediakan oleh sekolah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. guru sekurang-kurangnya dapat menggunakan media yang murah dan efisien meskipun sederhana, tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.


B. RUMUSAN MASALAH
  1. Bagaimana pengertian dari media pembelajaran?
  2. Bagaimana fungsi dan manfaat dari media pembelajaran?
  3. Bagaiamana karakteristik media pembelajaran?
PEMBAHASAN
A. Pengertian Media Pembelajaran


Kata media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari kata medium, yang berarti sesuatu yang terletak di tengah (antara dua pihak atau kutub) atau suatu alat. Dalam Webster Dictionary (1960), media atau medium adalah segalam sesuatu yang terletak di tengah dalam bentuk jenjang, atau alat apa saja yang digunakan sebagai perantara atau penghubung dua pihak atau dua hal. Oleh karena itu, media pembelajaran dapat diartikan sebagai sesuatu yang mengantaran pesan pembelajaran antara pemberi pesan kepada penerima pesan.[1]

Gerlach dan Ely (1980) menjelaskan pula bahwa media adalah grafik, fotografi, elektronik, atau alat-alat mekanik untuk menyajikan, memproses, dan menjelaskan informasi lisan atau visual. Smaldino, dkk (2008) mengatakan bahwa media adalah suatu alat komunikasi dan sumber informasi. Berasal dari bahasa latin yang berarti “antara” menunjuk pada segala sesuatu yang membawa informasi antara sumber dan penerima pesan. Dikatakan media pembelajaran bila segala sesuatu tersebut membawakan pesan untuk suatu tujuan pembelajaran. Konsep media pembelajaran mempunyai dua segi yang satu sama lain saling menunjang, yaitu perangkat keras (hardware) dan materi atau bahan yang disebut perangkat lunak (software).[2]

AECT (Association of Education and Communication Technology, 1977) memberi batasan tentang media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Disamping sebagai system pengantar, media yang sering diganti dengan kata mediator, menurut Flaming (1987: 234) adalah penyebab atau alat yang turut campur tangan dalam dua pihak dan mendamaikannya. Dengan istilah mediator, media menunjukkan fungsi atau perannya yaitu mengatur hubungan yang efektif antar dua pihak utama dalam proses belajar siswa dan isi pelajaran . Disamping itu mediator dapat pula mencerminkan pengertian bahwa setiap system pembelajaran yang melakukan peran mediasi, mulai dari guru sampai kepada peralatan canggih dapat disebut media.[3]

Berdasarkan uraian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah alat yang dapat membantu proses belajar mengajar dan berfungsi untuk memperjelas makna pesan yang disampaikan, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih baik dan sempurna.

B. Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran


Pada dasarnya fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai sumber belajar. Fungsi-fungsi yang lain merupakan hasil pertimbangan pada kajian ciri-ciri umu yang dimilikinya, bahasa yang dipakai menyampaikan pesan dan dampak atau efek yang ditimbulkannya. Analisis  fungsi yang didasarkan pada media pembelajaran, yaitu:


a) Fungsi media pembelajaran sebagai sumber belajar, adalah sebagai penyalur, penyampai, penghubung dan sebagainya. Dengan demikian sumber belajar dapat dipahami sebagai segala macam sumber yang ada di luar diri seseorang (peserta didik) dan memudahkan terjadinya proses belajar.



b) Fungsi semantik, yaitu kemampuan media dalam menambah perbendaharaan kata (symbol verbal) yang makna atau maksudnya benar-benar dipahami anak didik (tidak verbalistik).


c) Fungsi manipulatif, berdasarkan pada ciri-ciri umum yang dimilikinya. Media memiliki dua kemampuan yakni mengatasi batas-batas ruang dan waktu dan mengatasi keterbatasan inderawi.

d) Fungsi psikologis
a. Fungsi atensi, adalah media pembelajaran dapat meningkatkan perhatian siswa terhadap materi ajar.

b. Fungsi afektif, yakni menggugah perasaan, emosi, dan tingkat penerimaan atau penolakan siswa terhadap sesuatu. Setiap orang memiliki gejala batin jiwa yang berisikan kualitas karakter dan kesadaran.


c. Fungsi kognitif, siswa yang belajar melalui media pembelajaran akan memperoleh dan mengguankan bentuk-bentuk representasi yang mewakili objek-objek yang dihadapi, baik objek itu berupa orang, benda atau peristiwa. Objek itu direpresentasikan dalam diri seseorang melalui tanggapan, gagasan/lambang yang dalam psikologi semuanya merupakan sesuatu yang bersifat mental (WS. Winkel, 1989: 42).


Manfaat praktis dari penggunaan media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar sebagai berikut:

1. Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar.

2. Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya, dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.

3. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu:

a. Objek atau benda yang terlalu besar untuk ditampilkan lansung di ruang kelas dapat diganti dengan gambar, foto, slide, realita, film, radio, atau model.

b. Objek atau benda yang terlalu kecil yang tidak tampak oleh indera dapat disajikan dengan mikroskop, film, slide, atau gambar.

c. Kejadian langka yang terjadi di masa lalu atau terjadi sekali dalam puluhan tahun dapat ditampilkan melalui rekaman video, film, foto, slide disamping secara verbal.

d. Objek atau proses yang amat rumit secara peredaran darah dapat ditampilkan secara kongkret melalui film, gambar, slide, atau simulasi computer.

eKejadian atau percobaan yang dapat membahayakan dapat disimulasikan dengan media seperti computer, film dan video.


4. Media pembelajaran dapat memberikn kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi lansung dengan guru, masyarakat, dan lingkungannya misalnya melalui karyawisata, kunjungan-kunjungan ke museum atau kebun binatang.[4]

C. Karakteristik Media Pembelajaran


Ciri- ciri (karakteristik) umum media yang dimaksud adalah kemampuannya merekam, menyimpan, melestarikan, merekontruksi, dan mentransportasikan suatu peristiwa atau objek. Kemudian yang dimaksud bahasa yang dipakai menyampaikan pesan adalah bahasa verbal dan bahasa non verbal.
Gerlach dan Ely mengemukakan  tiga karakteristik media berdasarkan petunjuk penggunaan media pembelajaran untuk mengantisipasi kondisi pembelajaran di mana guru tidak mampu atau kurang efektif dapat melakukannya. Ketiga karakteristik atau ciri media pembelajaran tersebut adalah:[5]
  1. Ciri Fiksatif
Ciri ini mengggambarkan kemampuan media merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau objek. Suatu peristiwa atau objek dapat diutut dan disusun kembali dengan media seperti fotografi, video, tape, audio tape, disket computer dan filem. Suatu objek yang telah diambil gambarnya (direkam) dengan kamera atau video kamera dengan mudah dapat direproduksi dengan mudah kapan saja diperlukan. Dengan ciri fiksatif ini media memungkinkan suatu rekaman kejadian atau objek yang terjadi pada satu waktu tertentu di transportasikan tanpa mengenal waktu. contohnya adalah peristiwa tsunami, gempa bumi, banjir dan sebagainya dapat diabadikan dengan rekaman video, pelaksanaan ibadah haji juga dapat direkam dengan kamera atau alat perekam audio visual sehingga dapat digunakan sebagai media pendidikan agama Islam.
Ciri fiksatif ini amat penting bagi guru karena kejadian-kejadian atau objek yang telah direkam atau disimpan dengan format media yang ada dapat digunakan setiap saat. Peristiwa yang kejadiannya hanya sekali dapat diabadikan dan disusun kembali untuk keperluan pembelajaran. Prosedur laboratorium yang rumit dapat direkam dan diatur untuk kemudian direproduksi berapa kalipun pada saat diperlukan. Demikian pula kegiatan peserta didik dapat direkam untuk kemudian dianalisis dan dikritik oleh peserta didik sejawat baik secara perorangan atau secara kelompok.[6]
  1. Ciri manipulatif
Transformasi suatu kejadian atau objek dimungkinkan karena media memiliki ciri manipulative. Kejadian yang memakan waktu berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan dapat disajikan kepada peserta didik dalam waktu yang lebih singkat 5-10 menit. Misalnya bagaimana proses pelaksanaan ibadah haji dapat direkam dan diperpendek prosesnya menjadi 5-10 menit, demikian pula proses kejadian manusia mulai dari pertemuan sel telur dengan sperma hingga lahir menjadi seorang bayi. Di samping dapat dipercepat, suatu kejadian dapat pula diperlambat pada saat menayangkan kembali hasil suatu rekaman video. Misalnya proses kejadian gempa bumi yang hanya kurang dari 1 menit dapat diperlambat sehingga lebih mudah dipahami oleh peserta didik bagaimana proses terjadinya gempa tersebut.[7]
  1. Ciri Distributif
Ciri distributif dari media memungkinkan suatu objek atau kejadian ditransportasikan melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan kepada sejumlah besar peserta didik dengan stimulus pengalaman yang relative sama mengenai kejadian itu. Dewasa ini, distribusi media tidak hanya terbatas pada satu kelas atau beberapa kelas pada sekolah-sekolah di dalam suatu wilayah tertentu, tetapi juga media itu misalnya rekaman video, audio, disket computer dapat disebar ke seluruh penjuru tempat yang diinginkan kapan saja, sehingga media tersebut dapat digunakan untuk banyak kelompok di tempat yang berbeda dalam waktu yang sama.[8]
Sekali informasi direkam dalam format media apa saja, ia dapat direproduksi seberapa kali pun dan siap digunakan secara bersamaan di berbagai tempat atau digunakan secara berulang-ulang di suatu tempat. Konsistensi informasi yang telah direkam akan terjaid sama atau hamper sama dengan aslinya.[9]

KESIMPULAN


1. Media pembelajaran dapat diartikan sebagai sesuatu yang mengantaran pesan pembelajaran antara pemberi pesan kepada penerima pesan.


2. fungsi yang didasarkan pada media pembelajaran, yaitu:


a. Fungsi media pembelajaran sebagai sumber belajar, adalah sebagai penyalur, penyampai, penghubung dan sebagainya. Dengan demikian sumber belajar dapat dipahami sebagai segala macam sumber yang ada di luar diri seseorang (peserta didik) dan memudahkan terjadinya proses belajar.


b. Fungsi semantik, yaitu kemampuan media dalam menambah perbendaharaan kata (symbol verbal) yang makna atau maksudnya benar-benar dipahami anak didk (tidak verbalistik).


c. Fungsi manipulatif, berdasarkan pada ciri-ciri umum yang dimilikinya. Media memiliki dua kemampuan yakni mengatasi batas-batas ruang dan waktu dan mengatasi keterbatasan inderawi.


d. Fungsi psikologis

1) Fungsi atensi, adalah media pembelajaran dapat meningkatkan perhatian siswa terhadap materi ajar.

2) Fungsi afektif, yakni menggugah perasaan, emosi, dan tingkat penerimaan atau penolakan siswa terhadap sesuatu. Setiap orang memiliki gejala batin jiwa yang berisikan kualitas karakter dan kesadaran.

3) Fungsi kognitif, siswa yang belajar melalui media pembelajaran akan memperoleh dan mengguankan bentuk-bentuk representasi yang mewakili objek-objek yang dihadapi, baik objek itu berupa orang, benda atau peristiwa.



3. Ciri- ciri (karakteristik) umum media yang dimaksud adalah kemampuannya merekam, menyimpan, melestarikan, merekontruksi, dan mentransportasikan suatu peristiwa atau objek. Kemudian yang dimaksud bahasa yang dipakai menyampaikan pesan adalah bahasa verbal dan bahasa non verbal.


DAFTAR PUSTAKA

Anitah, Sri. 2010. Media Pembelajaran. Surakarta: Yuma Pustaka.
Arsyad, Azhar. 2012. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Kustandi, Cecep, Bambang Sutjipto. 2011. Media Pembelajaran Manual dan Digital. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Sukirman. 2012. Pengembangan Media Pembelajaran. Yogyakarta: PT Pustaka Insan Madani.

[1] Sri Anitah, Media Pembelajaran, (Surakarta: Yuma Pustaka, 2010), hlm. 4.
[2] Ibid, hlm. 5-6.
[3] Cecep Kustandi,Bambang Sutjipto, Media Pembelajaran Manual dan Digital, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2011), hlm. 8.
[4] Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2012), hlm. 29-30.
[5] Sukiman, Pengembangan Media Pembelajaran,( Yogyakarta: PT Pustaka Insan Madani, 2012), hlm. 35.
[6] Sukiman, Pengembangan Media Pembelajaran,( Yogyakarta: PT Pustaka Insan Madani, 2012), hlm. 36.
[7]Sukiman, Pengembangan Media Pembelajaran,( Yogyakarta: PT Pustaka Insan Madani, 2012), hlm. 37.
[8] Ibid, hlm. 38.
[9] Ibid, hlm. 38.

Subscribe to receive free email updates: