Minat Baca


Minat Baca
  • Pengertian Membaca
Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis. Suatu proses yang menuntut agar kelompok kata yang merupakan satu kesatuan akan terlihat dalam suatu pandangan sekilas, dan agar makna kata-kata secara individual akan dapat diketahui.[1]

Soedarso menjelaskan bahwa membaca adalah aktivitas yang kompleks dengan mengerahkan sejumlah besar tindakan yang terpisah-pisah. Meliputi: orang harus menggunakan pengertian dan khayalan, mengamati dan mengingat. Kita tidak dapat membaca tanpa menggerakan mata atau tanpa menggunakan pikiran kita.[2] Membaca merupakan suatu proses yang kompleks dengan melibatkan kedua belahan otak. Menggunakan mata dan pikiran sekaligus untuk mengerti apa maksud dari setiap huruf yang telah dibaca.[3]

Sedangkan Rahim mengemukakan bahwa definisi membaca mencakup: (1) membaca merupakan suatu proses, (2) membaca adalah strategis, dan (3) membaca merupakan interaktif. Membaca merupakan proses dimaksudkan informasi dari teks dan pengetahuan yang dimiliki oleh pembaca mempunyai peranan yang utama dalam membentuk makna. Membaca juga merupakan suatu strategis. Pembaca yang efektif menggunakan berbagai strategi membaca yang sesuai dengan teks dan konteks dalam rangka membangun makna ketika membaca. Strategi ini bervariasi sesuai dengan jenis teks dan tujuan membaca. Membaca adalah interaktif. Keterlibatan pembaca dengan teks tergantung dengan konteks. Orang yang senang membaca suatu teks yang bermanfaat, akan menemui beberapa tujuan yang ingin dicapainya, teks yang dibaca seseorang harus mudah dipahami (readable) sehingga terjadi interaksi antara pembaca dengan teks.[4] 

Kemudian Dalman menjelaskan bahwasannya membaca merupakan suatu kegiatan atau proses kognitif yang berupaya untuk menemukan berbagai informasi yang terdapat dalam tulisan.[5]
Berdasarkan beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa kegiatan membaca adalah suatu aktivitas kompleks yang dilakukan pembaca melalui media kata, lambang-lambang atau tulisan atau huruf yang dipergunakan untuk memperoleh pesan yang disampaikan oleh penulis.
  • Tujuan Membaca
Membaca hendaknya mempunyai tujuan, tujuan utama dalam membaca adalah untuk mencari serta memperoleh informasi mencakup isi, memahami makna bacaan. Makna, arti (meaning) aerat sekali berhubungan dengan maksud tujuan, intensif kita dalam membaca.[6]
Menurut Tarigan terdapat beberapa tujuan membaca yaitu:
  1. Membaca untuk memperoleh perincian-perincian atau fakta-fakta (reading for details or feets).
  2. Membaca untuk memperoleh ide-ide utama (reading for main idea).
  3. Membaca untuk mengetahui urutan atau susunan, organisasi cerita (reading for sequence or organization).
  4. Membaca untuk menyimpulkan, membaca inferensi (reading for inference).
  5. Membaca untuk mengelompokkan, membaca untuk mengklasifikasikan (reading to classify).
  6. Membaca menilai, membaca mengevaluasi (reading to evaluate).
  7. Membaca untuk memperbandingkan atau mempertentangkan (reading to compare or contrast).
Sejalan dengan Tarigan, Dalman juga menjelaskan tujuh macam tujuan dari kegiatan membaca, yaitu:[7]
  1. Reading for details or fact (Membaca untuk memperoleh fakta dan perincian).
  2. Reading for main ideas (Membaca untuk memperoleh ide-ide utama)
  3. Reading for sequence or organization (Membaca untuk mengetahui urutan/susunan struktur karangan)
  4. Reading for inference (membaca untuk menyimpulkan)
  5. Reading to classify (Membaca untuk mengelompokkan/mengklasifikasikan)
  6. Reading to evaluate (Membaca untuk menilai, mengevaluasi)
  7. Reading to compare or contrast (Membaca intuk memperbandingkan/mempertentangkan)
Kemudian menurut Rahim ada beberapa tujuan membaca, yaitu:
  1. Kesenangan.
  2. Menyempurnakan membaca nyaring.
  3. Menggunakan strategi tertentu.
  4. Memperbaharui pengetahuannya tentang suatu topik.
  5. Mengaitkan informasi baru dengan informasi yang telah diketahuinya.
  6. Memperoleh informasi untuk laporan lisan atau tertulis.
  7. Mengkonfirmasikan atau menolak prediksi.
  8. Menampilkan suatu eksperimen atau mengaplikasikan informasi yang diperoleh dari suatu teks dalam beberapa cara lain dan mempelajari tentang struktur teks.
  9. Menjawab pertanyaan-pertanyaan yang spesifik.
Berdasarkan beberapa pendapat ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa tujuan membaca itu tidak lain untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkannya. Tujuan membaca yang jelas akan dapat meningkatkan pemahaman seseorang terhadap bacaan.
  • Minat
Minat adalah kecendrungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan terus-menerus yang disertai dengan rasa senang.[8]

Selanjutnya menurut Syah secara sederhana, minat (interest) berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.[9]

Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat. Suatu minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa anak didik lebih menyukai suatu hal daripada hal lainnya, dapat pula dimanifestasikan melalui parsipasi dalam suatu aktivitas.[10]
Dari beberapa pendapat diatas, maka dapat disimpulkan bahwa minat adalah kecenderungan untuk menyenangi suatu objek sehingga individu menunjukkan pemusatan terhadap suatu objek tertentu.
  • Pengertian Minat Baca
Minat baca ialah keinginan yang kuat disertai usaha-usaha seseorang untuk membaca. Orang yang mempunyai minat membaca yang kuat akan diwujudkannya dalam kesediaannya untuk mendapat bahan bacaan dan kemudian membacanya atas kesadaran sendiri.[11]

Minat baca ditandai dengan rasa suka dan terikat pada suatu aktivitas (membaca) tanpa ada yang menyuruh.[12] Minat membaca akan menyebabkan kegiatan membaca terasa lebih mengasyikkan dan menyenangkan. Peserta didik merasa gembira dan senang karena tidak merasa dipaksa untuk membaca. Dengan penuh kesadaran,anak akan berusaha lebih intens untuk membaca dan dari sinilah kegiatan membaca terasa lebih bermanfaat.[13]

Sedangkan Darmono mengemukakan minat baca merupakan kecenderungan jiwa yang mendorong seseorang berbuat sesuatu terhadap membaca. Minat baca ditunjukkan dengan keinginan yang kuat untuk melakukan kegiatan membaca.[14]

Menurut Dalman minat baca merupakan dorongan untuk memahami kata demi kata dan isi yang terkandung dalam teks bacaan tersebut, sehingga pembaca dapat memahami hal-hal yang dituangkan dalam bacaan tersebut. Dalam hal ini, minat baca anak akan meningkat apabila anak sering dihadapkan dengan bacaan yang sesuai dengan kebutuhannya. Oleh sebab itu, orang tua perlu memotivasi anak dan sekaligus menemaninya membaca untuk berbagai keperluan. Apabila anak sudah terbiasa membaca, ia akan gemar membaca dan bahkan membaca menjadi suatu kebutuhan hidupnya yang akhirnya nanti tiada hari tanpa membaca.[15]
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa minat baca adalah keinginan atau dorongan seseorang yang disertai usaha dan rasa senang untuk membaca.
  • Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Baca
Faktor faktor yang mempengaruhi minat baca menurut Dalman sangat ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu:[16]
  1. Faktor lingkungan keluarga.
  2. Faktor kurikulum dan pendidikan sekolah yang kurang kondusif.
  3. Faktor infrastruktur masyarakat yang kurang mendukung peningkatan minat baca masyarakat.
  4. Faktor keberadaan dan kejangkauan bahan bacaan.
Kemudian Rahim dalam bukunya mengidentifikasi tujuh faktor yang memengaruhi perkembangan minat baca anak. Faktor-faktor itu adalah sebagai berikut.[17]
  1. Pengalaman sebelumnya; peserta didik tidak akan mengembangkan minatnya terhadap kegiatan membaca jika belum pernah mengalaminya.
  2. Konsepsinya tentang diri; peserta didik akan menolak informasi yang dirasa mengancamnya, sebaliknya peserta didik akan menerima jika informasi itu dipandang berguna dan membantu meningkatkan dirinya.
  3. Nilai-nilai; minat peserta didik timbul jika pembelajaran yang terkait dengan membaca disajikan oleh orang yang berwibawa.
  4. Pembelajaran membaca yang bermakna; informasi yang mudah dipahami oleh peserta didik akan menarik minat mereka.
  5. Tingkat keterlibatan tekanan; jika siswa merasa dirinya mempunyai beberapa tingkat pilihan dan kurang tekanan, minat membaca mereka mungkin akan lebih tinggi.
  6. Kekompleksitasan materi pelajaran; peserta didik yang lebih mampu secara intelektual dan fleksibel secara psikologis lebih tertarik kepada hal yang lebih kompleks.
Kemudian Prasetyono menjelaskan bahwa faktor yang mempengaruhi minat membaca pada peserta didik adalah karena faktor internal, seperti intelegensi, usia, jenis kelamin, kemampuan membaca, sikap, serta kebutuhan pskilogis. Adapaun faktor eksternal yang mempengaruhi minat baca, seperti belum tersedianya bacaan yang sesuai, status sosial, ekonomi, kelompok etnis, pengaruh teman sebaya, orang tua, guru, televisi, serta film.[18]
Beradasarkan pendapat para ahli diatas, maka minat baca timbul dari beberapa faktor, yaitu faktor yang berasal dari dalam individu (internal) dan faktor yang berasal dari luar individu (eksternal). Faktor yang berasal adari dalam individu antara lain pengalaman membaca, kebutuhan terhadap bacaan dan minat atau keinginan terhadap membaca. Adapun faktor eksternal yang mempengaruhi minat baca antara lain faktor guru, faktor lingkungan sekolah, faktor lingkungan keluarga dan faktor dari lingkungan masyarakat.
  • Cara Meningkatkan Minat Baca
Ada beberapa cara untuk menumbuhkan minat baca menurut Dalman, yaitu:[19]
  1. Bacakan buku sejak anak lahir.
  2. Dorong anak bercerita tentang apa yang telah didengar atau dibacanya.
  3. Ajak anak ke toko buku/perpustakaan.
  4. Beli buku yang menarik minat anak. Menyediakan buku-buku yang berhubungan dengan hobi anak maka akan mampu menambah semangat anak dalam membaca.[20]
  5. Sisihkan uang untuk membeli buku.
  6. Nonton filmnya dan belikan bukunya.
  7. Ciptakan perpustakaan keluarga.
  8. Tukar buku dengan teman.
  9. Hilangkan penghambat seperti televisi atau
  10. Beri hadiah (reward) yang memperbesar semangat membaca.
  11. Jadikan buku sebagai hadiah (reward) untuk anak.
  12. Jadikan kegiatan membaca sebagai kegiatan setiap hari.
  13. Dramatisi buku yang anda baca.
  14. Menyesuaikan bahan bacaan dan melakukan pemilihan bahan yang baik.
  15. Memiliki kesadaran dan minat yang tinggi terhadap membaca.
  16. Menyediakan waktu untuk membaca.
Menurut Djamarah, ada beberapa cara yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan minat baca peserta didik yaitu:[21]
  1. Membandingkan adanya suatu kebutuhan pada diri peserta didik, sehingga dia rela membaca tanpa paksaan.
  2. Menghubungkan bahan bacaan yang diberikan dengan persoalan pengalaman yang dimiliki perserta didik.
  3. Menyediakan lingkungan belajar yang kreatif dan kondusif.
  4. Menggunakan berbagai macam bentuk dan teknik mengajar dalam konteks perbedaan individual peserta didik.
Sedangkan menurut Prasetyono, ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam hal meningkatkan minat baca anak yaitu:[22]
  1. Buku cerita bergambar (komik) sebagai awal minat untuk membaca.
  2. Jadikan rumah sebagai tempat yang menyenangkan untuk membaca.
  3. Sediakan bahan bacaan yang disukai oleh anak.
  4. Mnyediakan anggaran untuk membeli buku.
[1] Slamet, Dasar-Dasar Keterampilan Berbahasa Indonesia, (Surakarta: UNS Press, 2008) hlm. 66-67.
[2] Soedarso, Speed Reading: Sistem Membaca Cepat dan Efektif, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2010), hlm. 4.
[3] Nini Subini, dkk, Psikologi Pembelajaran, (Yogyakarta: Mentari Pustaka, 2012) hlm. 66.
[4] Farida Rahim, Pengajaran Membaca Di Sekolah Dasar, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2005), hlm. 3.
[5] Dalman, Keterampilan Membaca, (Jakarta: Rajawali Pers, 2013), hlm. 5.
[6] Henry Guntur Tarigan, Membaca: Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa, (Bandung: Angkasa), hlm. 9.
[7] Dalman, Keterampilan Membaca, (Jakarta: Rajawali Pers, 2013) hlm. 11.
[8] Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2003), hlm. 57.
[9] Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru, (Bndung: PT Remaja Rosdakarya, 2005) hlm. 136.
[10] Djamarah, Psikologi Belajar Edisi II, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2011) hlm. 191.
[11] Farida Rahim, Pengajaran Membaca Di Sekolah Dasar, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2005), hlm. 28.
[12] Dwi Sunar Prasetyono, Rahasia Mengajarkan Gemar Membaca Pada Anak Sejak Dini, (Jogjakarta: Diva Press, 2008), hlm. 54.
[13] Ibid.
[14] Darmono, Manajemen dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah, (Jakarta: PT Grasindo, 2004), hlm.182.
[15] Dalman, Keterampilan Membaca, (Jakarta: Rajawali Pers, 2013) hlm. 141.
[16] Ibid. hlm.142.
[17] Farida Rahim, Pengajaran Membaca Di Sekolah Dasar, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2005) hlm.28-29.
[18] Dwi Sunar Prasetyono, Rahasia Mengajarkan Gemar Membaca Pada Anak Sejak Dini, (Jogyakarta: Diva Press, 2008), hlm. 28.
[19] Dalman, Keterampilan Membaca, (Jakarta: Rajawali Pers, 2013) hlm. 146-148.
[20] Noviar Masjidi, Agar Anak Suka Membaca: Sebuah Panduan Bagi Orang Tua, (Yogyakarta: Media Insani, 2007), hlm. 61.
[21] Djamarah, Psikologi Belajar Edisi II, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2011) hlm. 167.
[22] Dwi Sunar Prasetyono, Rahasia Mengajarkan Gemar Membaca Pada Anak Sejak Dini, (Jogjakarta: Diva Press, 2008),  hlm 143-150

Subscribe to receive free email updates: