Point-point penting dari buku :TEORI BELAJAR & PEMBELAJARAN


JUDUL BUKU: TEORI BELAJAR & PEMBELAJARAN

DISUSUN OLEH: 

Drs. H. Baharuddin, M. Pd. I dan Esa Nur Wahyuni , M. Pd.

Beberapa point-point penting yang terdapat dalam  buku ini adalah sebagai berikut:





  1. Belajar merupakan proses manusia untuk mencapai berbagai macam kompetensi, keterampilan dan sikap. Untuk mencapai semua itu diperlukan aktivitas berupa pelatihan-pelatihan atau pengalaman-pengalaman yang diperolehnya saat berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
  2. Ciri-ciri belajar yaitu: adanya perubahan tingkah laku(hasil latihan atau pengalaman), perubahan perilaku relative permanent dan perubahan perilaku bersifat potensial.
  3. Prinsip-prinsip belajar yaitu: siswa yang harus bertindak aktif, siswa belajar sesuai tingkat kemampuannya, dengan penguasaan yang sempurna sehingga proses belajar lebih berarti dan motivasi belajar siswa akan meningkat bila diberi tanggung jawab dan kepercayaan penuh atas belajarnya.
  4. Proses belajar adalah serangkaian aktivitas yang terjadi pada pusat saraf individu yang belajar.
  5. Proses belajar, terutama di sekolah melalui tahap-tahap: motivasi, konsentrasi, mengolah, menggali 1, menggali 2, prestasi, dan umpan balik.
  6. Faktor-faktor yang memengaruhi hasil belajar yaitu: faktor internal dan faktor eksternal.
  7. Faktor internal meliputi faktor fisiologis dan faktor psikologis. Sedangkan faktor eksternal meliputi lingkungan sosial dan lingkungan nonsosial
  8. Belajar dalam pandangan Al-Qur’an dan hadis: Islam sangat menekankan terhadap pentingnya ilmu. Al-Qur’an dan Hadis mengajak kaum Muslim untuk mencari ilmu dan kearifan, serta menempatkan orang-orang yang berpengetahuan pada derajat yang tinggi.
  9. Dalam Al-Qur’an, cara belajar untuk menghasilkan perubahan tingkah laku tersebut ditempuh dengan dua cara yaitu ilmu yang diperoleh tanpa usaha manusia(ilmu laduni) dan ilmu yang diperoleh karena usaha manusia(ilmu laduni).
  10. Dalam Al-Quran, dijelaskan bahwa dalam proses belajar manusia telah diberi sarana fisik berupa indra eksternal, yaitu mata dan telinga, serta sarana psikis berupa daya nalar atau intelektual.
  11. Menurut Al- Ghazali, pendekatan belajar dalam mencari ilmu dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu pendekatan ta’alim insani dan ta’alim rabbani. Ta’alim insani adalah belajar dengan bimbingan manusia.
  12. Dalam kitab ta’alim Muta-allim Al-Zarnuji menjelaskan bahwa metode pembelajaran meliputi dua kategori yaitu metode yang bersifat etik mencakup niat dalam belajar. Dan metode yang bersifat teknik meliputi cara memilih pelajaran, memilih guru, memilih teman, dan langkah-langkah dalam belajar.
  13. Aliran behavioristik adalah aliran yang memandang belajar sebagai kegiatan yang bersifat mekanistik antara stimulus dan respons.
  14. Penerapan prinsip-prinsip kondisioning dalam klasik dalam kelas menurut woolfolk, yaitu memberikan suasana yang menyenangkan ketika memberi tugas belajar, membantu siswa mengatasi secara bebas dan situasi-situasi yang mencemaskan dan membantu siswa untuk mengenal perbedaan dan persamaan terhadap situasi-situasi sehingga mereka dapat membedakan da mengeneralisasikan secara tepat.
  15. Menurut Throndike, perilaku belajar manusia ditentukan oleh stimulus yang ada di lingkunga sehingga menimbulkan respons secara refleks
  16. Shaping: istilah yang digunakan dalam teori belajar behavioristik untuk menunjukkan pengajaran keterampilan-keterampilan baru dengan memberikan penguatan kepada siswa untuk menguasai keterampilan tersebut dengan baik.
  17. Teori belajar menurut Guthrie: Bahwa peristiwa belajar terjadi karena adanya sebuah kombinasi antara rangsangan yang disandingkan dengan gerakan yang akan cenderung diikuti oleh gerakan yang sama untuk waktu berikutnya.
  18. Aliran kognitif adalah aliran yang memandang kegiatan belajar bukanlah sekedar stimulus dan respons yang bersifat mekanistik, tetapi juga melibatkan kegiatan mental yang ada di dalam diri individu yang sedang belajar.
  19. Pendekatan kognitif menyatakan bahwa salah satu elemen penting dalam proses belajar adalah apa sajakah yang dibawa oleh individu dalam situasi-situasi belajar.
  20. Pengetahuan yang dimiliki oleh individu dapat dibedakan menjadi pengetahuan umum dan khusus.
  21. Pengetahuan juga dikategorikan menjadi tiga yaitu pengetahuan deklaratif (mengetahui tentang suatu kasus), pengetahuan prosedural (mengetahui bagaimana untuk memecahkan sebuah kasus), dan pengetahuan kondisional (mengetahui kapan dan mengapa untuk menggunakan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan kondisional.
  22. Kegiatan memproses informasi meliputi mengumpulkan dan menghadirkan informasi (enconding), menyimpan informasi (storage), mendapatkan informasi dan menggali informasi kembali pada saat dibutuhkan (retrieval).
  23. Information processing adalah sebuah pendekatan dalam belajar yang mengutamakan berfungsinya memory.
  24. Dalam proses belajar, ada beberapa cara untuk memfokuskan perhatian siswa terhadap materi yang diajarkan, antara lain: menggunakan tanda-tanda yang menunjukkan sesuatu yang penting, menggunkan kata-kata yang mengandung unsur emosional, menghadirkan sesuatu yang tidak biasa, dan menginformasikan bahwa yang akan dipelajari adalah sesuatu yang penting.
  25. Seseorang perlu mengintegrasikan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang sudah ada dalam memori maka diperlukan elaborasi (penambahan makna baru), organisasi (disusun dengan baik), dan konteks (aspek-aspek fisik dan emosi).
  26. Salah satu prinsip psikologi pendidikan adalah bahwa guru tidak begitu saja memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi siswalah yang aktif membangun pegetahuan dalam pikiran mereka sendiri.
  27. Aliran konstruktivisme: aliran yang memahami hakikat belajar sebagi kegiatan manusia membangun atau menciptakan pengetahuan dengan cara mencoba memberi makna pada pengetahuan sesuai pengalamannya.
  28. Menurut Nurhadi, dalam proses belajar dikelas, siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya, dan bergelut dengan ide-ide.
  29. Menurut Slavin, dalam proses belajar dan pembelajaran siswa harus terlibat aktif dan siswa menjadi pusat kegiatan belajar dan pembelajaran di kelas.
  30. Konsep belajar konstruktivisme (Jean Piaget): pengetahuan tumbuh dan berkembang melalui pengalaman. Pada saat manusia belajar, tejadi dua proses yaitu proses organisasi informasi dan proses adaptasi.
  31. Konsep belajar konstruktivisme (Vygotsky): adanya interaksi dengan lingkungan. Belajar adalah sebuah proses yang melibatkan dua elemen penting yaitu proses biologi (dasar) dan proses psikososial (lebih tinggi).
  32. Discovery learning: siswa didorong untuk belajar dengan diri mereka sendiri
  33. Reception learning: inti pendekatan ini yaitu perencanaan pembelajaran yang sistematis terhadap informasi yang bermakna.
  34. Assisted learning: melalui interaksi dan percakapan anak dengan lingkungan sekitarnya, baik dengan teman sebaya, orang dewasa, atau orang lain dalam lingkungannya.
  35. Active learning: pembelajran aktif, maksudnya siswa melakukan sebagian pekerjaan belajar. Mereka mempelajari gagasan-gagasan, memecahkan berbagai masalah dan menerapkan apa yang mereka pelajari.
  36. The accelerated learning: pembelajaran berlangsung cepat, menyenangkan, dan memuaskan. Dave Meier menyarankan agar guru mengelola kelas menggunakan pendekatan Somatic (belajar dengan bergerak dan berbuat), Auditory (belajar dengan berbicara dan mendengarkan), Visual (belajar dengan mengamati dan menggambarkan), dan Intellectual (belajar memecahkan masalah dan melakukan refleksi
  37. Quantum learning: berusaha mengubah suasana belajar yang monoton dan membosankan ke dalam suasana belajar yang meriah dan gembira dengan memadukan potensi fisik, psikis, dan emosi siswa menjadi kesatuan kekuatan yang integral
  38. Contextual teaching and learning: konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
  39. Pisikologi pendidikan memiliki dua prinsip dalam proses pembelajaran disekolah yaitu memfokuskan pada peran pendidikan dalam meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan dan memfokuskan pada hasil  efektif, dalam meningkatkan kreativitas dan potensi manusia.
  40. Aliran humanistik: aliran yang memandang bahwa belajar bukan hanya sekedar mengembangkan kualitas kognitif saja, melainkan juga sebuah proses yang terjalin dalam diri individu yang melibatkan seluruh bagian yang ada.
  41. Pendidikan humanistik: proses belajar bukanlah sebagai sarana transformasi pengetahuan saja tetapi lebih dari itu, proses belajar merupakan bagian dari mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan.
  42. Pendidikan harus memperhatikan semua kemampuan intelektual, Oleh karena itu dalam proses pembelajaran seorang guru tidak boleh terpaku pada satu jenis kemampuan saja.
  43. Pendidikan seharusnya individual. Setiap karakteristik yang dimiliki siswa mendapat perhatian dalam proses pembelajaran, guru harus memerhatikan perbedaan yang dimiliki setiap siswa.
  44. Proses pembelajaran sebaiknya tidak dibatasi dalam gedung sekolah. Konsep kecerdasan ganda memungkinkan proses pembelajaran dilaksanakan diluar gedung sekolah, tetapi bisa lewat masyarakat, kegiatan ekstra, atau kontak dengan orang lain.
  45. Pemilihan metode pengajaran yang sesuai akan memberikan kontribusi yang penting bagi keberhasilan sebuah pengajaran dan pendidikan.

Subscribe to receive free email updates: