Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Siapa Maria Montessori? Yuk kenali...



Maria Montessori hidup semasa tahun 1870 hingga 1952 sebagai seorang tokoh yang hebat dalam berbagai profesi, mulai dari tenaga pendidik, ilmuwan, dokter, filsuf, hingga penggiat kemanusiaan.

Maria kecil lahir pada 31 Agustus 1870, di Chiaravalle, di provinsi Anconna di Italia. Dia adalah anak tunggal dari pasangan Alessandro Montessori dan Renilde Stoppani. Orang tua Maria sangat memperhatikan pendidikan putri mereka itu. Ayahnya, yang mengakui kemampuan akademis dari putrinya itu mendorong mendalami matematika.

Pada usia dua belas, Maria menyatakan keinginannya untuk memasuki sebuah sekolah menengah teknik. Pada tahun 1883, Maria yang saat itu berusia tiga belas tahun akhirnya diterima di Regia Scuola Technica Michelangelo Buonarroti, sebuah sekolah teknik negeri. Maria lulus dari sekolah teknik tersebut pada musim semi tahun 1886 dengan nilai-nilai yang tinggi pada mata pelajaran yang diikutinya dengan nilai kumulatif akhir 137, dari nilai maksimal 150.

Maria kemudian melanjutkan studinya ke Regio Instituto technico Leonardo da Vinci, di mana dari 1886 hingga 1890-an mengikuti pelajaran-pelajaran di bidang teknik. Pada tahun 1890, Maria memutuskan untuk meninggalkan studi teknik dan berpindah ke bidang kedokteran.

Walaupun lamarannya sempat mendapat penolakan, Maria akhirnya dapat diterima di sekolah kedokteran Universitas Roma pada tahun 1890 sebagai mahasiswa untuk bidang fisika, matematika, dan ilmu-ilmu pengetahuan alam. Maria adalah perempuan pertama yang diterima di sekolah kedokteran tersebut.

Setelah lulus dari sekolah kedokteran Universitas Roma, Maria Montessori kemudian mempraktikan ilmu bedahnya selama sepuluh tahun ke depan. Selain itu ia juga aktif membantu para perempuan lainnya agar dapat meneruskan pendidikan lanjut dan mengampanyekan keseteraan hak pendidikan bagi kaum perempuan.

Tidak lama setelah lulus, Maria Montessori juga mendalami ilmu psikologi dan mulai mengajar di sebuah klinik psikiatrik milik universitasnya. Maria Montessori pun kemudian mengalihkan perhatiannya pada pendidikan peserta didik biasa. Ia kembali ke Universitas Roma untuk melanjutkan studi akademis dalam ilmu filsafat pendidikan, psikologi, dan antropologi yang ia selesaikan dengan prestasi luar biasa hingga membuatnya ditunjuk sebagai Profesor Antropologi pada tahun 1904.

Maria Montessori kemudian membuka sekolah pertamanya, yang bernama Casa dei Bambini, di distrik San Lorenzo yang merupakan daerah miskin di Roma. Jumlah peserta didik pada saat itu sebanyak lima puluh anak, dari usia tiga tujuh tahun yang tinggal di sekitar daerah tersebut.

Setelah beberapa tahun kemudian, Maria Montessori menerbitkan buku yang berjudul “Methods Montessori”. Ia menghendaki kemerdekaan peserta didik karena kemerdekaan itu dianggapnya kepunyaan tiap-tiap makhluk. Kemerdekaan berarti sanggup membuat sesuatu sendirian dengan tidak ada pertolongan orang lain.

Sumber :
Montessori, Maria Metode Montessori: Panduan Wajib untuk Guru dan Orangtua Didik PAUD, Yogyakarta: Pusataka Belajar, 2015.
S, Leo Agung dan Suparman, T.,  Sejarah Pendidikan, Yogyakarta: Penerbit Ombak, 2012.
Gettman, David, Metode Pengajaran Montessori Tingkat Dasar, Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2016.