Makalah tentang "LINGKUNGAN"




A.  Tingkat Organisasi dalam Ekosistem

1.     Individu
Individu adalah satu makhluk hidup sejenis yang berjumlah tunggal. Individu berasal dari bahasa latin individuum yang artinya tidak dapat dibagi. Contoh seekor kijang, seekor ikan, sebatang pohon jambu, dan lain-lain.


2.    Populasi
Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang berada pada suatu wilayah tertentu pada waktu yang bersamaan. Contoh populasi di antaranya dua ekor ayam di kebun dan tiga ekor jerapah di padang rumput. Sifat populasi adalah adanya kepadatan populasi dan perubahan jumlah populasi dari waktu ke waktu.
a.  Kepadatan populasi, artinya jumlah individu makhluk hidup sejenis per satuan luas tempat yang dihuninya pada waktu tertentu.
b. Perubahan populasi, kepadatan populasi pada suatu ekosistem dapat berubah dari waktu ke waktu. 

3.    Komunitas
Komunitas adalah sekelompok populasi yang hidup bersama-sama pada suatu tempat tertentu, mencakup semua populasi yang hidup pada daerah tersebut baik tumbuhan, hewan, maupun makhluk hidup lainnya. Nama sebuah komunitas biasanya menunjukkan makhluk hidup dominan yang menempati habitat tersebut. Pada komunitas hutan bakau, populasi yang paling banyak adalah pohon bakau.

4.    Ekosistem
Ekosistem merupakan hubungan timbal balik antara organisme dengan lingkungannya, dan bertujuan agar setiap organisme mampu bertahan hidup.
Berdasarkan Berdasarkan proses terbentuknya, ekosistem dibagi menjadi tiga, yaitu
a.  Ekosistem alami, terbentuk secara alami tanpa campur tangan manusia. Contoh: pantai dan rawa.
b. Ekosistem buatan, ekosistem yang sengaja dibuat manusia. Contoh: sawah, waduk, aquarium
c.  Ekosistem suksesi, ekosistem hasil suksesi lingkungan yang didahului oleh kerusakan. Contoh: daerah yang terkena bencana gunung meletus sehingga kehidupan di daerah itu punah. Setelah berapa lama, di lingkungan itu akan terbentuk ekosistem baru.

5.    Bioma dan Biosfer
Bioma merupakan sebutan untuk ekosistem-ekosistem yang terbentuk karena perbedaan letak geografis dan astronomis. Sedangkan  keseluruhan ekoistem/bioma yang ada di bumi membentuk biosfer. Di bumi terdapat 6 bioma utama yaitu bioma gurun, padang rumput, hutan basah, hutan gugur, taiga, dan tundra.

B.  Komponen Penyusun Ekosistem
Suatu ekosistem mempunyai dua komponen pokok, yaitu:
1.    Komponen biotik, komponen yang berupa makhluk hidup. Komponen biotik dalam ekosistem dapat dikelompokkan menjadi tiga berdasarkan perannya, yaitu
a. Produsen, meliputi semua makhluk hidup yang berklorofil sehingga mampu mengunakan energi cahaya matahari dalam proses fotosintesis. Produsen merupakan sumber makanan bagi makhluk hidup lain yang tidak mampu befotosintesis. Tumbuhan dapat membuat makanan sendiri, sehingga disebut organisme autotrof.
b.    Konsumen, Semua jenis makhluk hidup yang tidak dapat membuat makannya sendiri tetapi menggunakan makanan yang dihasilkan oleh organisme lain. Oleh karena tidak dapat membuat makanan sendiri konsumen disebut heterotrof.
c.   Pengurai atau decomposer, merupakan makhluk hidup yang menguraikan sisa-sisa makhluk hidup menjadi senyawa sederhana yang dibutuhkan tumbuhan. Contohnya adalah bakteri dan jamur pengurai.

2.    Komponen abiotik, merupakan komponen ekosistem yang terdiri atas benda-benda tak hidup. Komponen abiotik menyediakan tempat hidup, makanan, dan kondisi yang diperlukan oleh komponen biotik, sehingga sangat mempengaruhi komponen biotik yang dapat hidup. Komponen abiotik diantaranya yaitu:
a.  Cahaya matahari, mempengaruhi suhu bumi menjadi sesuai untuk kehidupan berbagai makhluk hidup. Oleh karena itu akan dijumpai bentuk kehidupan yang berbeda pada daerah yang banyak mendapat cahaya matahari (daerah tropis) dengan yang sedikit mendapat cahaya matahari (daerah kutub).
b.   Air, keberadaan air pada suatu ekosistem sangat mempengaruhi jenis makhluk hidup yang dapat hidup. Contohnya adalah daerah gurun yang kandungan airnya sedikit mempunyai jenis hewan dan tumbuhan yang sangat berbeda dengan daerah hutan hujan tropis.
c. Tanah, berfungsi sebagai tempat hidup berbagai makhluk hidup dalam suatu ekosistem. Jenis tanah yang berbeda menyebabkan organisme yang hidup di dalamnya berbeda.
d.    Suhu, semua makhluk hidup mempunyai rentang suhu tertentu agar dapat hidup dengan layak. Namun demikian ada beberapa makhluk hidup yang dapat bertahan hidup pada suhu 720C dan ada pula yang dapat bertahan hidup pada suhu di bawah 00C.


C.  Kebergantungan dalam Ekosistem

1.  Aliran energi dalam ekosistem, proses energi yang berpindah dari suatu organisme ke organisme lainnya atau dari produsen ke konsumen I, II, III atau sampai ke konsumen puncak.
2.  Rantai makanan dan jaring-jaring makanan, bila  rantai makanan merupakan peristiwa memakan dan dimakan pada satu urutan.
3.  Sedangkan jaring-jaring makanan adalah gabungan dari beberapa rantai makanan yang saling berhubungan dalam satu ekosistem.
4. Piramida makanan adalah suatu piramida yang menggambarkan perbandingan komposisi jumlah biomassa dan energi dari produsen sampai konsumen puncak dalam suatu ekosistem. Komposisi biomassa dan energi ini semakin ke atas semakin kecil karena selama proses perpindahan energi terjadi penyusutan jumlah energi pada setiap tingkat trofik. 

D.   Jenis-Jenis Interaksi Antarorganisme

1.    Hubungan netral, hubungan yang tidak saling mempengaruhi. Contoh hubungan netral ini adalah hubungan antara kambing dan ayam yang dipelihara manusia dalam kandang yang berdekatan.
2.   Hubungan kompetisi, hubungan dua populasi yang hidup bersama dan saling mempengaruhi, akibat adanya kebutuhan-kebutuhan akan bahan yang sama, sedangkan ketersediaan bahan tersebut terbatas. Contoh beberapa ekor kambing dan sapi yang bersama-sama makan rumput di padang rumput.
3.  Hubungan simbiosis, yaitu hubungan saling memengaruhi antara dua organisme. Hubungan simbiosis ada tiga jenis, yaitu:
a. Simbiosis mutualisme, interaksi antara dua makhluk hidup berbeda jenis yang menguntungkan kedua belah pihak. Misalnya bakteri Esheriachia coli dengan manusia, rayap dengan protozoa (Flagelata).
b. Simbiosis komensalisme, terjadinya interaksi antara dua makhluk hidup berbeda jenis, dan satu mendapat keuntungan sedangkan yang lainnya tidak merasa dirugikan. Misalnya ikan hiu dan ikan remora, anggrek dengan pohon inang.
c.   Simbiosis parasitisme, terjadinya interaksi antara dua makhluk hidup berbeda jenis yang satu mendapatkan keuntungan, sedangkan yang lain dirugikan. Misalnya benalu dengan pohon mangga.
4.    Hubungan predasi, hubungan antara organisme yang memangsa dan yang dimangsa. Contohnya adalah hubungan antara rusa dengan singa. Hubungan predasi diperlukan untuk mengendalikan jumlah populasi mangsa.



              E.  Adaptasi Makhluk Hidup
Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Secara garis besar adaptasi makhluk hidup dibedakan menjadi tiga, yaitu:

    1.   Adaptasi morfologi, merupakan merupakan bentuk adaptasi pada makhluk hidup yang paling mudah kita kenal. Sebab adaptasi morfologi berkaitan dengan bentuk tubuh organ bagian luar.
   2.  Adaptasi Fisiologi, adalah cara penyesuaian diri fungsi atau kerja alat-alat tubuh terhadap lingkungannya. Sulit diamati, karena menyangkut fungsi alat-alat tubuh dan proses kimia yang terjadi di dalam tubuh. Macam-macam adaptasi fisiologi:
a. Hewan ruminantia, misalnya sapi, di dalam saluran pencernaannya terdapat enzim selulase, dengan enzim selulase maka makanan menjadi lebih mudah dicerna.
b. Teredo navalis, adalah mollusca yang biasa hidup pada kayu galangan kapal. Di dalam saluran pencernaan Teredo terdapat enzim selulase untuk membantu menguraikan selulose yang ada pada kayu yang menjadi makanannya.
c. Manusia yang hidup di dataran rendah, daerah dataran rendah memnpunyai kadar oksigen lebih tinggi dari pada dataran tinggi. Sehingga orang yang berpindah dari dataran rendah ke dataran tinggi harus mampu menyesuaikan diri dengan memproduksi hemoglobin atau eritrosit yang jumlahnya lebih banyak agar tetap bertahan hidup.
   3.  Adaptasi Tingkah laku adalah perubahan perilaku suatu organisme untuk menyesuaikan lingkungannya agar dapat tetap terjaga kelangsungan hidupnya. Beberapa contoh adaptasi tingkah laku sebagai berikut.
a. Mimikri, perubahan warna kulit hewan sesuai lingkungan tempat ia tinggal, contohnya bunglon.
b. Munculnya paus ke permukaan air, paus hidup di air dan bernapas dengan paru-paru. Untuk menghirup udara yang mengandung oksigen, hewan tersebut muncul ke permukaan air.
c. Autotomi, pemutusan ekor pada hewan untuk menjaga dirinya dari serangan musuh, contohnya cecak.
d. Hibernasi, cara hewan bertahan hidup dengan terlelap dalam suatu tidur khusus, contohnya ular.
e. Estivasi, Tidur di musim panas, contohnya kelalawar. Tujuannya untuk menghindari panas yang tinggi dan kekurangan air.


F.  Hubungan Adaptasi dengan Seleksi Alam
Seleksi alam adalah kemampuan alam untuk menyaring terhadap semua organisme yang hidup di dalamnya, dimana hanya organisme yang mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungannya yang akan selamat, sedangkan yang tidak mampu menyesuaikan diri akan mati atau punah. Hubungan antara adaptasi dengan seleksi alam itu ada dua yaitu:
            1.      Terbentuknya spesies baru
Organisme yang mampu bertahan hidup di tempat yang baru akan berkembang biak dan menghasilkan keturunan yang baru. Keturunan yang baru ini langsung bisa beradaptasi dengan lingkungan yang baru tanpa mengenal kebiasaan leluhurnya. Hal ini menyebabkan perubahan-perubahan yang mengarah ke evolusi dan menyebabkan terbentuknya spesies baru. Contohnya pada burung Finch di pulau Galapagos yang diteliti oleh Charles Darwin. Nenek moyang burung Finch ini diduga berasal dari Ekuador yang memakan biji-bijian. Tetapi, burung Finch di pulau Galapagos memiliki paruh yang bentuk dan ukurannya berbeda-beda tergantung pada jenis makanannya. Perbedaan paruh burung Finch ini membuat Darwin menduga bahwa penyebabnya adalah terbatasnya biji-bijian di lingkungan yang baru. Akibatnya, keturunan yang baru beradaptasi dengan mengubah menu makanannya. Lama kelamaan hal ini menyebabkan perubahan bentuk paruh pada burung Finch.
             2.      Kepunahan organisme
Organisme yang tidak bisa beradaptasi dengan lingkungannya akan mengalami kepunahan. Punahnya organisme ini bisa terjadi karena alam dan ulah manusia. Contoh musnahnya organisme karena alam adalah punahnya Dinosaurus yang disebabkan oleh perubahan iklim yang sangat drastis di muka bumi saat itu. Para ahli menduga, saat itu ada meteor raksasa yang jatuh ke bumi yang membuat bumi dipenuhi gas, debu, dan pecahan batu. Hal ini menyebabkan bumi menjadi sangat panas sehingga tumbuhan menjadi kering. Akibatnya, Dinosaurus herbivora tidak memperoleh makanan, dan akhirnya mati. Hal ini menyebabkan Dinosaurus karnivora juga mati sehingga Dinosaurus musnah. Musnahnya organisme juga dapat disebabkan oleh ulah manusia yang melakukan perburuan liar, penebangan pohon, dan pembakaran hutan. Hal ini menyebabkan organisme kehilangan tempat tinggal dan akhirnya punah. Dengan demikian adanya seleksi alam dan adaptasi menyebabkan terjadinya perubahan jenis makhluk hidup dari generasi ke generasi. Jika proses tersebut berlangsung dalam waktu yang lama, maka perubahan tersebut dapat mengarah kepada terbentuknya spesies baru. Peristiwa itu disebut evolusi.

G.   EVOLUSI
Evolusi adalah suatu proses perubahan makhluk hidup yang terjadi secara perlahan-lahan dalam jangka waktu yang sangat lama sehingga menimbulkan spesies baru. Tokoh evolusi yang sangat terkenal adalah Charles Robert Darwin, ia berpendapat bahwa :
1. Spesies yang hidup sekarang, berasal dari spesies yang hidup dimasa silam.
2.    Evolusi terjadi karena seleksi alam.
Pendapat ini didukung pengamatannya macam-macam burung Finch yang hidup di kepulauan Galapagos. Beberapa faktor yang memperkuat dugaan adanya evolusi makhluk hidup, antara lain rekaman fosil, embriologi perbandingan, homologi, dan organ vestiglal.

   a. Rekaman fosil, teori evolusi menyatakan bahwa setiap jenis makhluk hidup berasal dari satu nenek moyang yang sama. Berdasarkan hal ini dapat diartikan bahwa spesies yang ada sebelumnya lambat laun mengalami perubahan menjadi spesies lain, dari spesies primitif menjadi maju. Fosil merupakan catatan penting untuk mengungkapkan makhluk hidup yang pernah ada di bumi pada waktu lampau. Catatan fosil yang ada, merupakan bukti-bukti yang mendukung teori evolusi.

   b. Homologi, dipercaya sangat erat kaitannnya dengan evolusi makhluk hidup. Menurut teori evolusi setiap jenis makhluk hidup berasal dari nenek moyang sama yang kemudian mengalami evolusi pada spesies baru. Semakin banyak kemiripan organ (homolog) antara spesies semakin dekat hubungan kekerabatan di antara spesies tersebut. Contoh organ homolog adalah organ tangan manusia dengan kaki depan kucing.

  c. Embriologi Perbandingan, Penganut teori evolusi mengadakan kajian embriologis pada beberapa makhluk hidup untuk menurut adanya hubungan kekerabatan antarspesies makhluk hidup.  Berkaitan dengan hal ini, pada akhir abad ke-19 seorang ahli biologi evolusionis, Ernest Haeckel mengemukakan teori Rekapitulasi. Teori ini menyatakan bahwa embrio-embrio mengulangi proses evolusi yang  telah dialami nenek moyangnya.

    d. Organ-organ Peninggalan (Organ Vestiglal). Gagasan organ vestiglal pertama kali dikemukakan seabad yang lalu. Pendapat itu menyatakan bahwa tubuh beberapa jenis makhluk hidup terdapat sejumlah organ-organ yang tidak fungsional. Organ-organ ini diwarisi dari nenek moyang mereka dan perlahan-lahan menjadi peninggalan karena tidak digunakan. Beberapa organ peninggalan yang dijumpai pada tubuh manusia misalnya usus buntu dan tulang ekor.


DAFTAR PUSTAKA
Arahim, Zaipudin, dkk. Ilmu Pengetahuan Alam:untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
Ganawati, Dewi, dkk. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam: Terpadu dan Kontekstual IX: Untuk SMP/MTs. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.
Puspita, Diana dan Lip Rohima. Alam Sekitar Terpadu: Untuk SMP/MTs Kelas IX. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
Rohima, Lip dan Diana Puspita. Alam Sekitar IPA Terpadu: untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
Sembiring, Langkah dan Sudjino, Biologi: Kelas XII Untuk SMA dan MA. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
Sudibyo, Elok, dkk. Mari Belajar IPA: Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas IX. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.
Sumardi, Yosaphat, dkk. Konsep Dasar IPA di SD. Jakarta: Universitas Terbuka, 2009.
Suryatna, Asep dan Enjah Takari R. IPA: untuk SMP dan MTs Kelas VII. Jakarta: Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
Sutarno, Nono, dkk. Materi dan Pembelajaran IPA SD. Jakarta: Universitas Terbuka, 2008.
Wariyono, Sukis dan Yani Muharomah. Mari Belajar Ilmu Alam Sekitar 3: Panduan Belajar IPA Terpadu Untuk Kelas IX SMP/MTs. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.
Wasis, dan Sugeng Yuli Irianto. Ilmu Pengetahuan Alam: untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

Subscribe to receive free email updates: