Mencari Jenis-Jenis, Fungsi dan Peran Motivasi Belajar

a. Jenis-Jenis Motivasi Belajar
Berdasarkan jenisnya, menurut Islamuddin (2012: 260), motivasi dibagi menjadi dua, yakni motivasi yang berasal dari dalam diri pribadi seseorang yang disebut motivasi intrinsik dan motivasi yang berasal dari luar diri seseorang yang disebut motivasi ekstrinsik.


Khuluqo (2017: 113), menjelaskan bahwa: 
motivasi intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. Karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. 
Motivasi intrinsik, bila tujuannya sesuai dengan situasi belajar dan bertemu dengan kebutuhan dan tujuan siswa untuk menguasi nilai-nilai yang terkandung di dalam mata pelajaran itu. Siswa termotivasi untuk belajar semata-mata untuk menguasai nilai-nilai yang terkandung dalam bahan pelajaran, bukan karena keinginan lain seperti ingin mendapat pujian, nilai yang tinggi, atau hadiah, dan sebagainya.
Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah 
dorongan terhadap perilaku seseorang yang ada di luar perbuatan yang dilakukannya. Motivasi ekstrinsik diperlukan di madrasah/sekolah sebab pembelajaran di madrasah/sekolah tidak semua menarik minat atau sesuai dengan kebutuhan siswa, dan guru harus berusaha membangkitkan motivasi belajar siswa sesuai dengan keadaan siswa itu sendiri.
Uno (2016: 23) menjelaskan beberapa contoh motivasi ekstrinsik di madrasah/sekolah adalah adanya penghargaan, lingkungan belajar yang kondusif, dan kegiatan belajar yang menarik.

b. Fungsi dan Peran Motivasi dalam Belajar
Motivasi mempunyai fungsi yang penting dalam belajar, karena motivasi akan menentukan intensitas usaha belajar yang dilakukan siswa. Suprihatin (2015: 80) mengemukakan ada tiga fungsi motivasi, yaitu:
  1. Mendorong manusia untuk berbuat. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.
  2. Menuntun arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai, dengan demikian motivasi dapat memberi arah, dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya.
  3. Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.
Adapun menurut Islamuddin (2012: 264), fungsi motivasi belajar dalam proses belajar mengajar terdiri atas tiga yaitu :
  1. Motivasi sebagai pendorong perbuatan.
  2. Motivasi sebagai penggerak perbuatan.
  3. Motivasi sebagai pengarah perbuatan.
Motivasi pada dasarnya dapat membantu dalam memahami dan menjelaskan perilaku siswa yang sedang belajar. Menurut Uno (2016: 27), ada beberapa peranan penting dari motivasi dalam belajar dan pembelajaran, antara lain:
  1. Menentukan hal-hal yang dapat dijadikan penguat belajar.
  2. Memperjelas tujuan belajar yang hendak dicapai.
  3. Menentukan ragam kendali terhadap rangsangan belajar.
  4. Menentukan ketekunan belajar.
Sejalan dengan Hamzah, Latipah (2017: 146-148) juga menjelaskan bahwa motivasi memiliki peran dalam memengaruhi pembelajaran melalui proses berikut:
  1. Motivasi mengarahkan perilaku ke tujuan tertentu, motivasi menentukan tujuan-tujuan spesifik yang menjadi arah usaha seseorang.
  2. Motivasi meningkatkan usaha dan energi. Motivasi meningkatkan jumlah usaha dan energi yang dikeluarkan seseorang di berbagai aktivitas yang secara langsung berkaitan dengan kebutuhan dan tujuan mereka.
  3. Motivasi meningkatkan prakarsa (inisiasi) dan kegigihan terhadap berbagai aktivitas. Secara umum motivasi belajar meningkatkan waktu mengerjakan tugas (time on task), suatu faktor penting yang mempengaruhi pembelajaran dan prestasi seseorang.
  4. Motivasi mempengaruhi proses-proses kognitif. Motivasi memengaruhi apa yang diperhatikan oleh seseorang dan seberapa efektif mereka memprosesnya.
  5. Motivasi menentukan konsekuensi mana yang memberi penguatan dan menghukum. Semakin besar motivasi seseorang mencapai kesuksesan akademik, semakin besar pula kecenderungan mereka untuk bangga terhadap nilai A atau kecewa dengan nilai rendah.
  6. Motivasi sering meningkatkan performa. Siswa yang paling termotivasi untuk belajar dan unggul di berbagai aktivitas kelas cenderung menjadi siswa yang paling sukses.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar sangat penting dalam untuk meningkatkan prestasi belajar, yang penting adalah taktik atau metode yang sesuai dalam mempelajari materi-materi yang berbeda.
Baca juga tulisan terkait Pengertian Motivasi Belajar atau tulisan menarik lainnya di irfan.my.id

Sumber :

Islamuddin, Haryu, Psikologi Pendidikan, Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2012.
Khuluqo, Ihsana El, Belajar dan Pembelajaran: Konsep Dasar, Metode dan Aplikasi Nilai-Nilai Spiritualitas Dalam Proses Pembelajaran, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2017.
Latipah, Eva, Psikologi Dasar bagi Guru, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2017.
Suprihatin, Siti, “Upaya Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa”, Jurnal Pendidikan Ekonomi, Vol. 3, No. 1, (2015) 73-82, hlm. 80.
Uno, Hamzah B., Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis di Bidang Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 2016.

Subscribe to receive free email updates: