E-learning... Apaan sihhh???


Pengertian E-learning
Sistem pembelajaran Electronic Learning atau biasa disingkat e-learning adalah sistem pembelajaran yang bisa menghubungkan antara pendidik dan peserta didik dalam sebuah pembelajaran online. Kehadiran e-Learning tentunya sangat membantu, terutama mengatasi keterbatasan antara pendidik dan peserta didik dalam hal waktu, ruang, kondisi dan keadaan. Sehingga penyampaian atau penerimaan materi antara pendidik dengan peserta didik maupun sebaliknya menjadi lebih cepat, mudah, dan efisen.

Sejarah Singkat E-learning

Penggunaan e-learning dalam pembelajaran dipelopori oleh Universitas Illionis di Urbana-Champaign menggunkan sistem Instuksi Berbasis Komputer dengan komputer PLATO. Kemudian berkembang terus mulai dari Era CBT (Computer Based Training) di tahun 1990, kemudian era LMS ( Learning Management System) di tahun 1997, era E-learning berbasis WEB di tahun 2000. Di jaman sekarang banyak sekali e-learning yang sangat bagus sekali, dan membantu penggunannya dalam mempelajari sesuatu. Seperti RuangGuru, Zenius, Sekolahmu, Pahamify, Kipin School, Rumah Belajar, E-learning di Perguruan Tinggi dan lain-lain.

Alasan Menggunakan E-learning
  1. E-learning bersifat dinamis, sehingga akan terus mengalami perkembangan dan pembaharuan.
  2.  Berpusat pada peserta didik.
  3. Mendapatkan feedback secara langsung.
  4. Interaktif.
  5. Melibatkan indra manusia, karena e-learning menggabungkan antara visual dan audio dalam pelaksanannya.  
  6. Berorientasi pada tujuan akhir yaitu hasil pembelajaran.

Jenis E-learning
  1. E-learning real time, adanya interaksi langsung antara pendidik dengan peserta didik, namun kekurangannya lebih condong ke teacher center.
  2. E-learning tidak real time, ciri khasnya pembelajaran lebih mandiri dan lebih ke student center.

Fungsi E-Learning dalam Kegiatan Pembelajaran
  1. Sebagai tambahan. Maksudnya peserta didik diberi kebebasan untuk memanfaatkan e-learning atau tidak. Jika memilih untuk memanfaatkannya, tentunya peserta didik akan memperoleh tambahan pengetahuan dari e-learning tersebut.
  2. Sebagai pelengkap. Yakni e-learning berfungsi melengkapi materi yang diterima peserta didik sebelumnya, antara menjadi penguatan materi atau remedial.  
  3. Sebagai pengganti. Biasanya dalam perkuliahan, peserta didik diberikan pilihan alternataif model pembelajaran yakni, Tatap muka, sebagian tatap muka dan sebagian via internet, dan sepenuhnya melalui internet.

Persyaratan Kegiatan E-Learning
  1. Kegiatan e-learning menggunakan jaringan internet.
  2. Terdapat layanan belajar yang bisa digunakan oleh peserta didik.
  3. Adanya layanan pengajar (tutor) untuk membantu peserta didik yang kesulitan.
Pembuatan Konten E-learning

Pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan e-learning yaitu:
  1. SME (Subject Matter Expert). Berperan sebagai narasumber, seperti guru, dosen dan profesor. 
  2. Project Manager, orang yang bertugas mengawasi pembuatan e-learning.
  3. Instructional Designer, orang yang bertugas membuat desain yang menarik dalam pembuatan e-learning.
  4. Multimedia Creative Designer, terdiri dari graphic designer, animator, audio integrator dan lain-lain yang tugasnya membuat visualisasi konten e-learning semenarik mungkin.
  5. Programmer, tugasnya membuat script atau coding pada konten e-learning.
  6. Quality Assurance, orang yang bertugas menentukan apakan e-learning yang dibuat sudah sesuai standar yang diinginkan.

Keuntungan Penggunaan E-Learning
  1. Memperoleh kesenangan saat melakukan aktivitas belajar.
  2. Aktivitas belajar menjadi mudah, efektif dan efisien.
  3. Memperoleh informasi dari sumber website yang beragam.
  4. Proses belajar menjadi dinamis, selain memperoleh informasi, pengguna juga bisa mengembangkan informasi tersebut.

Baca juga tulisan menarik lainnya di irfan.my.id 

Protected by Copyscape

Subscribe to receive free email updates: